Rabu, 15 Agustus 2007

Yakin Khilafah Bisa Ditegakkan

JAKARTA - Meski mendapat sejumlah tanggapan dingin dari beberapa cendekiawan muslim, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tetap yakin suatu saat khilafah islamiah bisa ditegakkan.Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto menyatakan, keraguan sejumlah tokoh Islam terhadap konsep khilafah islamiah sangat bisa dimengerti. Sebab, kenyataan akan konsep khilafah telah terkubur sangat lama. "Kalau mereka lantas ragu dan sangat sulit membayangkan, hal tersebut cukup wajar," ujarnya.Ismail mengibaratkan keraguan itu seperti konsep Uni Eropa saat kali pertama digulirkan. Namun, seiring waktu, Uni Eropa bisa terwujud dan keberadaannya sangat diperhitungkan hingga saat ini. "Karena itu, bagi kami, konsep khilafah tidak sekadar wacana, tapi telah menjadi sebuah perjuangan," tegasnya. Menurut Ismail, dari hari ke hari, perjuangan menegakkan syariat Islam melalui sistem khilafah terus menunjukkan kemajuan positif. Salah satu buktinya adalah suksesnya penyelenggaraan Konferensi Khilafah Internasional 2007 kemarin (13/8). Sebelumnya, lanjut Ismail, banyak pihak memperkirakan konferensi tersebut hanya dihadiri sekitar 10-1.000 orang. Kenyataannya, simpatisan yang hadir di Gelora Bung Karno sekitar 80 ribu orang.Kemarin sejumlah pembicara HT tetap melakukan road show. Syekh Issam Ameera dari HT Palestina dan Syekh Usman Abu Khalil dari HT Sudan berdiskusi dengan beberapa tokoh pemuda dan mahasiswa di Hotel Sahid, Jakarta. "Saya sangat yakin khilafah islamiah bisa terealisasi suatu saat nanti," tegas Ismail. Ismail belum bisa menyebut kepastian waktunya. Meski demikian, kata dia, laporan dari National Intellegence Council beberapa tahun lalu menyebutkan, pada 2020 khilafah islamiah akan berdiri.
(Sumber: Indopos Selasa, 14 Agt 2007)

Tidak ada komentar: